Alhamdulillah, in Saturday (23/7), there was a Seminar in my campus. It's called Seminar Nasional Pengaplikasian Telematika ( SINAPTIKA ). And I was one of the speakers in that Seminar. I speak about encryption, and I focus on the implementation of MD5 algorithm in Mobile Application. And this is my abstract for my research in Indonesia.
Abstrak—Pemrograman untuk aplikasi mobile dengan J2ME sedikit berbeda dengan pemrograman desktop pada J2SE. Salah satu perbedaannya adalah pengurangan beberapa class library pada library J2ME. Sehingga diperlukan beberapa perubahan susunan dari algoritma program dalam pemakaian library. Hal ini juga terjadi dalam penerapan atau pemakaian algoritma enkripsi MD5 yang sering dipakai sebagai pengaman password dalam sebuah aplikasi yang memerlukan aktifitas login. Pada penelitian ini, penulis mencoba membuat sebuah class baru yang dapat digunakan dalam implementasi dari algoritma MD5 pada aplikasi login pada bahasa pemrograman J2ME. Class baru yang akan menangani algoritma MD5 pada saat pembacaan password dari berkas csv yang dihasilkan oleh server. Penggunaan library pada class ini disesuaikan dengan library yang ada pada J2ME. Dari hasil pengujian class yang dibuat cukup mumpuni untuk menangani pemakaian algoritma MD5 pada aplikasi login di aplikasi berbasis mobile. Data-data yang dienkripsi oleh algoritma MD5 dapat dibaca dengan baik oleh class baru ini. Diharapkan class baru ini dapat dimanfaatkan untuk memerbikan fasilitas keamanan dalam sebuah aplikasi.
Kata Kunci : Rancang bangun aplikasi, aplikasi login berbasis mobile, algoritma enkripsi MD5
Selasa, 26 Juli 2011
Rabu, 18 Mei 2011
QR Code Apps
QR Code is like a bar code, but more large and powerfull. I know QR Code when I visit kaskus.us and find an article about QR Code. I read it, and I've interested in this technology. So, I start browsing about QR Code and I've got an idea to make a small application to encode and then decode QR Code.
My idea is a small web based application to generate a QR Code image based on the user input. And the reader is on the mobile application that can run on handheld devices or mobile phone. And this is a QR Code image that contains my identity.
My idea is a small web based application to generate a QR Code image based on the user input. And the reader is on the mobile application that can run on handheld devices or mobile phone. And this is a QR Code image that contains my identity.
Senin, 14 Maret 2011
Creating Tone With Java
Actually this is my little research to make a simple multimedia apps. I start to make an application that make a tone based on the frequency and the duration. A lot of thanks for Princeton to provide this class StdAudio.java. It's very usefull to make this application work well.
This a method for create the tone.
After make that method, we just call the variable that using the tone method, and play it with play method in StdAudio class. The example for implementation is below:
The capture of application

For more source you can download here ( Sorry for using this link, because there is no tools for uploading a file in my blog ). I use netbeans for develop it.
This a method for create the tone.
private double[] tone(double hz, double duration) {
int N = (int) (StdAudio.SAMPLE_RATE * duration);
double[] a = new double[N+1];
for (int i = 0; i <= N; i++) { a[i] = Math.sin(2 * Math.PI * i * hz / StdAudio.SAMPLE_RATE); } return a; }
After make that method, we just call the variable that using the tone method, and play it with play method in StdAudio class. The example for implementation is below:
double[] a = tone(frek, dur);
StdAudio.play(a);
The capture of application

For more source you can download here ( Sorry for using this link, because there is no tools for uploading a file in my blog ). I use netbeans for develop it.
Jumat, 25 Februari 2011
Connecting Mobile phone with Java Application
This is my written about connecting mobile phone with java. The connection made with cable to my SEK618i. And the application I made was from java language. To make a connection between java and mobile phone, sun microsystem made a library called Java Comm API. The library can be download at http://www.oracle.com/technetwork/java/index-jsp-141752.html.
After download the library, we can install this library to our java home. Ussually, in the package there are a readme or how to install, we can read it before install in our java home. With the libray, we can communicate with serial or parallel port which connected to device such as mobile phone, printer, or other device.
After download the library, we can install this library to our java home. Ussually, in the package there are a readme or how to install, we can read it before install in our java home. With the libray, we can communicate with serial or parallel port which connected to device such as mobile phone, printer, or other device.
Minggu, 06 Februari 2011
Venus VT-80n di Ubuntu 9.10
Sudah 2 minggu ini saya coba mengkoneksikan USB Medom CDMA ( fix wireless ) Venus VT-80n ke Ubuntu 9.10 di netbook-ku. Sebagai informasi, Venus VT80n ini menggunakan chipset Qualcomm, dan memiliki dua buah mode, yaitu mode storage dan mode modem. Ketika pertama kali modem dihubungkan dengan PC/notebook, dia terdeteksi sebagai storage, dengan bantuan dari driver bawaan dari modem, modem berubah sebagai mode modem. Hal ini terjadi jika kita menggunakan sistem operasi Winbloosss....
Hal ini lah yang menyebabkan saya kesulitan untuk mengkoneksikan modem tersebut di Ubuntu. Ketika saya mengkoneksikan modem tersebut di Ubuntu saya, maka modem tersebut terdeteksi sebagai modem. dengan Id 05c6:1000.
Saya sudah mencoba menggunakan usb_modeswitch untuk merubah mode storage ke mode modem. Tapi usb_modeswitch selalu gagal untuk merubah mode-nya. Lalu saya menggunakan ndsiwrapper untuk menginstall driver bawaan dari winblos, yang terjadi adalah driver untuk merubah ke mode modem dianggap driver yang salah. Atau ketika dijalankan command "ndiswrapper -l" muncul tulisan "invalidd driver!".
Satu-satunya cara untuk menggunakan modem ini di Ubuntu adalah dengan cara merubah modem ke mode modem di winbloss, kemudian restart winbloss tanpa harus mencabut modem, setelah itu masuk ke Ubuntu. Hal ini hanya bisa dilakukan jika PC/notebook kita memiliki dual boot. Tapi jika hanya satu OS, yaitu linux aja, maka akan susah sekali untuk menggunakan modem Venus VT80n. Mungkin bisa juga untuk menginstall winbloss menggunakan Virtual box untuk merubah modem menjadi mode modem. Tapi merepotkan saja.
Lanjut lagi, setelah restart tanpa mencabut modem dari winbloss, tinggal mendaftarkan alamat baru dari modem ke module usb_serial. Untuk alamat baru dari modem akan menjadi 05c6:6500.
Untuk mendaftarkan alamat baru dari modem adalah sebagai berikut:
1. remove terlebih dahulu module usbserial
$ sudo rmmod usbserial
2. daftar ulang module usbserial dengan meng-attach id dari modem yang baru.
$ sudo modprobe usbserial vendor=0x05c6 product=0x6500
3. untuk mengecek apakah registrasi module berhasil coba jalankan perintah
$ dmesg | tail
jika terdapat tulisan seperti ttyUSB0, ttyUSB1, dan ttyUSB3, maka telah behasil
Setelah itu konfigurasi wvdial.conf untuk melakukan dial-up.
Saya masih belum dapat menemukan cara yang lebih mudah untuk mengkoneksikan modem tersebut. Masih terus mencari dan mencari. Rencananya, saya mo buat driver dari modem tersebut di Linux :D. Tapi itu baru sekedar impian. Masih di dalam pikiran aja. Semoga aja bisa terwujud, nanti klo dah bisa saya share lagi caranya. Go Open SOurce.
Hal ini lah yang menyebabkan saya kesulitan untuk mengkoneksikan modem tersebut di Ubuntu. Ketika saya mengkoneksikan modem tersebut di Ubuntu saya, maka modem tersebut terdeteksi sebagai modem. dengan Id 05c6:1000.
Saya sudah mencoba menggunakan usb_modeswitch untuk merubah mode storage ke mode modem. Tapi usb_modeswitch selalu gagal untuk merubah mode-nya. Lalu saya menggunakan ndsiwrapper untuk menginstall driver bawaan dari winblos, yang terjadi adalah driver untuk merubah ke mode modem dianggap driver yang salah. Atau ketika dijalankan command "ndiswrapper -l" muncul tulisan "invalidd driver!".
Satu-satunya cara untuk menggunakan modem ini di Ubuntu adalah dengan cara merubah modem ke mode modem di winbloss, kemudian restart winbloss tanpa harus mencabut modem, setelah itu masuk ke Ubuntu. Hal ini hanya bisa dilakukan jika PC/notebook kita memiliki dual boot. Tapi jika hanya satu OS, yaitu linux aja, maka akan susah sekali untuk menggunakan modem Venus VT80n. Mungkin bisa juga untuk menginstall winbloss menggunakan Virtual box untuk merubah modem menjadi mode modem. Tapi merepotkan saja.
Lanjut lagi, setelah restart tanpa mencabut modem dari winbloss, tinggal mendaftarkan alamat baru dari modem ke module usb_serial. Untuk alamat baru dari modem akan menjadi 05c6:6500.
Untuk mendaftarkan alamat baru dari modem adalah sebagai berikut:
1. remove terlebih dahulu module usbserial
$ sudo rmmod usbserial
2. daftar ulang module usbserial dengan meng-attach id dari modem yang baru.
$ sudo modprobe usbserial vendor=0x05c6 product=0x6500
3. untuk mengecek apakah registrasi module berhasil coba jalankan perintah
$ dmesg | tail
jika terdapat tulisan seperti ttyUSB0, ttyUSB1, dan ttyUSB3, maka telah behasil
Setelah itu konfigurasi wvdial.conf untuk melakukan dial-up.
Saya masih belum dapat menemukan cara yang lebih mudah untuk mengkoneksikan modem tersebut. Masih terus mencari dan mencari. Rencananya, saya mo buat driver dari modem tersebut di Linux :D. Tapi itu baru sekedar impian. Masih di dalam pikiran aja. Semoga aja bisa terwujud, nanti klo dah bisa saya share lagi caranya. Go Open SOurce.
Sabtu, 15 Januari 2011
Short Memory
Short Memory, atau berpikiran pendek adalah sebuah sikap yang hanya berpikir untuk jangka yang pendek saja tidak untuk menghasilkan sesuatu yang berefek untuk jangka panjang. Menurut orang luar negeri, orang Indoensia kebanyakan memiliki sifat ini. Saya jadi berpikir apakah saya termasuk salah satu orang yang memiliki sifat seperti itu.
Apakah kita harus memiliki planning ke depan untuk kehidupan kita. Haruskah ada rencana untuk waktu dekat dan rencana untuk waktu panjang? Dan perlukah kita untuk membuat jadwal harian dan pencapaian harian, bulanan, atau tahunan? Ataukah kita juga perlu membuat target-target dalam hidup kita?
Jika saya baca di buku2 yang berbicara tentang manajemen waktu atau manajemen hidup, rencana dan target dalam hidup adalah sesuatu yang dibicarakan dan harus dilakukan. Itu adalah salah satu alat yang dapat mengukur tingkat produktivitas kita dan juga dapat menjadi motivasi bagi kita untuk mendapatkan atau mengejar target-target yang telah ditetapkan.
Tapi muncul pertanyaan lagi di dalam pikiranku. Bagaimana jika target-target tersebut tidak dapat saya wujudkan atau saya raih? Apakah hal tersebut dapat membuat rencana yang kita buat menjadi sia-sia? Akankah lebih baik saya ikuti saja hidup ini bagaikan air yang mengalir? Biarkan hidup ini membawa saya kemana arahnya berjalan dan akan penuh dengan kejutan. Tapi hidup yang muncul tidak akan sesuai dengan yang saya harapkan. Jika saya mengharapkan untuk kuliah di universitas A, tapi jika saya mengikuti hidup apa adanya mungkin saya bisa masuknya ke universitas B. Itu adalah salah satu contoh jika saya tidak mempunyai rencana yang baik. Alangkah baiknya jika saya mempunyai rencana untuk dapat masuk ke Universitas A dan berusaha untuk mendapatkan target yang telah saya tetapkan. Jikapun saya tidak dapat untuk mendapatkan target yang saya inginkan saya juga tidak akan kecewa, karena saya telah berusaha untuk mendapatkannya. Saya hanya perlu ikhlas menerima kenyataan dan berusaha untuk memperbaiki dan mengkoreksi diri jika terdapat sesuatu yang kurang dalam mendapatkan target2 yang telah ditetapkan. Segala Puji hanya untuk-Mu....
Apakah kita harus memiliki planning ke depan untuk kehidupan kita. Haruskah ada rencana untuk waktu dekat dan rencana untuk waktu panjang? Dan perlukah kita untuk membuat jadwal harian dan pencapaian harian, bulanan, atau tahunan? Ataukah kita juga perlu membuat target-target dalam hidup kita?
Jika saya baca di buku2 yang berbicara tentang manajemen waktu atau manajemen hidup, rencana dan target dalam hidup adalah sesuatu yang dibicarakan dan harus dilakukan. Itu adalah salah satu alat yang dapat mengukur tingkat produktivitas kita dan juga dapat menjadi motivasi bagi kita untuk mendapatkan atau mengejar target-target yang telah ditetapkan.
Tapi muncul pertanyaan lagi di dalam pikiranku. Bagaimana jika target-target tersebut tidak dapat saya wujudkan atau saya raih? Apakah hal tersebut dapat membuat rencana yang kita buat menjadi sia-sia? Akankah lebih baik saya ikuti saja hidup ini bagaikan air yang mengalir? Biarkan hidup ini membawa saya kemana arahnya berjalan dan akan penuh dengan kejutan. Tapi hidup yang muncul tidak akan sesuai dengan yang saya harapkan. Jika saya mengharapkan untuk kuliah di universitas A, tapi jika saya mengikuti hidup apa adanya mungkin saya bisa masuknya ke universitas B. Itu adalah salah satu contoh jika saya tidak mempunyai rencana yang baik. Alangkah baiknya jika saya mempunyai rencana untuk dapat masuk ke Universitas A dan berusaha untuk mendapatkan target yang telah saya tetapkan. Jikapun saya tidak dapat untuk mendapatkan target yang saya inginkan saya juga tidak akan kecewa, karena saya telah berusaha untuk mendapatkannya. Saya hanya perlu ikhlas menerima kenyataan dan berusaha untuk memperbaiki dan mengkoreksi diri jika terdapat sesuatu yang kurang dalam mendapatkan target2 yang telah ditetapkan. Segala Puji hanya untuk-Mu....
Senin, 25 Oktober 2010
BPMS: Business Prosess Management Software
Ini dia aplikasi yang gue bilang cukup menjanjikan dalam dunia software engineering. BPMS kepanjangan dari Business Process Management Software. Perangkat lunak ini sebenarnya menangani pembuatan business process yang akan dilakukan oleh sebuah aplikasi yang dibangun. Tapi sekarang BPMS ini berkembang fungsinya, dari flow yang ada dan state yang ada, dapat digenerate form-form yang dapat digunakan untuk membuat sebuah aplikasi yang diharapkan. Seperti aplikasi akuntansi, dari business process akuntansi yang ada dapat langsung dibuat form berdasarkan state dari business process tersebut. Bisa anda bayangkan, mudahnya membuat sebuah aplikasi, asalkan kita sudah mengetahui business process dari aplikasi tersebut, maka dengan mudah kita dapat membuat form-formnya.
Diantara BPMS yang sering dipakai dalam pengembangan aplikasi adalah Lombardi, buatan IBM. Lalu ada juga BPMS yang open source, yaitu Bonita. Tapi perangkat-perangkat lunak ini biasanya memiliki kapasitas yang cukup besar. Contohnya untuk Bonita yang open source saja memiliki besar file instalasi sebesar 260 MB, kemudian untuk Lombardi yang sudah menjadi aplikasi super, memiliki mentahan sekitar 1,2 GB. Cukup berat juga kan??
Mungkin karena engine yang ada di dalam perangkat lunak tersebut adalah java, maka menjadi lebih berat dibandingkan dengan aplikasi yang dibandun dengan engine yang berbeda.
Diantara BPMS yang sering dipakai dalam pengembangan aplikasi adalah Lombardi, buatan IBM. Lalu ada juga BPMS yang open source, yaitu Bonita. Tapi perangkat-perangkat lunak ini biasanya memiliki kapasitas yang cukup besar. Contohnya untuk Bonita yang open source saja memiliki besar file instalasi sebesar 260 MB, kemudian untuk Lombardi yang sudah menjadi aplikasi super, memiliki mentahan sekitar 1,2 GB. Cukup berat juga kan??
Mungkin karena engine yang ada di dalam perangkat lunak tersebut adalah java, maka menjadi lebih berat dibandingkan dengan aplikasi yang dibandun dengan engine yang berbeda.
Langganan:
Postingan (Atom)